Home > Uncategorized > >10 (SEPULUH) MANUSIA TERBAIK

>10 (SEPULUH) MANUSIA TERBAIK

>PERTAMA
PARA SAHABAT YANG MULIA

“Dari Abdullah, dari nabi, sebaik-baik manusiah adalah genarisiku (para sahabat), kemudian generasi sesudah mereka (tabi’in) kemudian generasi sesudah mereka (tabi’in, tabi’ut)”. (HR. muslim)
Dalam urutan manusia terbaik ,sudah barang tentulah sahabat di urutan pertama. Sebab, para sahabatlah manusia pilihan Allah untuk menjadi ringkaian pertam mata rantai risalah ini. Jelas bukan kebetulan ketika Allah mengutus nabi membawa syariat yang sempurna in diantara abu baker, umar bin khattab, utsman bin affan, ali, khadijah, Abdurrahman bin auf, dll.
Keutamaan ini menjadi sumbuh pemijar keutamaan keutamaan berikutnya. Diantaranya; jaminan masuk surga, pujian dari Allah lewat alquran, pahala orang yang mengamalkan ilmu yang mereka tularkan sampai saat ini, dan masih banyak lagi. Dengan itulah mereka menjadi manusia, bahkan generasi terbaik yang pernah ada.

KEDUA
YANG PALING TAQWA DAN SUKA MENYAMBUNG SILATURAHIM

Dari binti abi lahab berkata,”seorang laki laki berdiri saat nabi sedang di atas mimbar, ia bertanya, “manusia pap yang terbaik?” beliau menjawab,”
“ manusia terbaik adalah yang paling banyak bacaan dan ilmu al-qurannya, paling bertaqwa dan paling suka beramar ma’ruf nahi munkar, serta paling rajin menyambung silaturahim.” (HR.Ahmad)
Jawaban ini merupakan jawaban tuntas dari pertanyaan
“siapa manusia terbaik?”
Pertama, yang paling banyak membaca dan tahu isi al-quran; sumber ilmu dan kebenaran. Lalu beramar ma’ruf nahi munkar, mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ini mutlak dibutuhkan karena keshalihan pribadi saja tidaklah cukup. Yang terakhir rajin silaturami yang mengindikasikan jalianan hubungan yang baiik dengan sesama mak lanyak lah yang melkukan empat hal ini akan medapat gelar “khairun nas” manusia terbaik.

KETIGA
PELAJAR DAN MENGAJAR AL-QUR’AN
Dari utsaman, Dari nabi bersabda, “sebaik baik dari kalian adalah yang mempelajari al-quran dan mengajarkan” (HR. al Bukhari Muslim)
Al-quran adalah firman Allah yang menjadi pentunjuk manusia menuju jalan keselamatan, di dunia maupun akhirat. Di situlah al haq atau kebenaran yang sejati terkandung. Di situlah kebaikan yang hakiki bersumber. Maka siapa yang lebin mulia dari orang yang mempelajari dan mengajarkan al-quran? Pekerjaan apkah yang lebih mulia dari yang mempelajari dustur ilahi dan mengajarkan pada orang lain?
Mempelajarinya, bacaan dan ilmunya akan mendapat syafaat di hari kiamat. Sedang yang mengajarkan ilmunya akan mendapat pahala setiap kali diamal kan oleh yang diajari. Dalam hadist dakatakan; barang siapa yang mengajar kan kebaikan pada orang lain, maka akan mendapat kebaikan seperti orang yang mengamalkan tersebut, tanpa mengurangi pahala darinya. Subhanallah, bersemangatlah wahai pelajar dan pengajar al-quran!

KEEMPAT
MUJAHID
Dari abu said al khudri dalam sebuah hadits yang cukup panjang, Nabi bersabda:
“Sesungguhnya ternasuk salah satu manusia terbaik adalah seorang lelaki yang beramal (berjuang) fisabilillah diatas kudanya, atau untanya atau kedua kakinya sampai maut menjemputnya.” (HR. An Nasa’i)
Dalam sebuah hadits disebutkan, seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad saw, adkah amalan yang menyamai pahala jihat ? Nabi menjawab : “Jika si penanya ingin menyamai amal seorang mujahid, maka saat mujahid berangkat berjihad, ia masuk masjid dan beribadah tanpa henti hingga sang mujahid pulang.
Lihatlah jika kita ditawari seperti ini, barang kali kita hanya bisa tersenyum kecut karena tak mampu melakukannya. Itulah jihad ! puncak segala amalan. Jangankan darah, debu yang menempel dikaki saja bisa menjadi jaminan keselamatan di akhirat. Belum lagi syafaat bagi 70 orang keluarga jika syahid dan fadilah lainnya. Membaca hadits-hadits tentang keutamaan jihad, barang kali kita akan berfikir bahwa amal inilah jalan pintas menuju jannah !

KELIMA
YANG PANJANG UMURNYA LAGI BAIK AMALNYA
Dari Abdullah Bin Busr, seorang badui berkata: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia terbaik ?” Beliau menjawab: “Yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Tirmidzi)
Intinya ada pada “baik amalnya”, bukan sekedar panjang umurnya. Umur pendek tidak masalah, asal amalnya baik. Tapi akan tentunya jauh lebih baik lagi jika panjang umurnya dan baik amalnya. Itu tandanya, dia adlah manusia yang bisa memaksimalkan waktu yang diberikan oleh Allah Swt didunia untuk mengeruk pahala sebanyak-banyaknya. Imam Ath Thayyibi berkata: “umur dan waktu ibarat modal bagi pedagang, maka siapa yang modalnya besar, ia akan bisa memperoleh laba yang besar pula.” (Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At Tirmidzi)
Inilah manusia terbaik, panjang umurnya lagi baik amalnya. Menjadi bekal bagi kita untuk keselamatan di akhirat. Mari kita tingkatkan amal baik kita, bagaimana caranya?
1. Kita mencoba untuk menyisihkan rizki yang telah kita miliki, karena sesungguhnya dalam harta benda yang kita miliki terdapat hak orang lain.
2. Kita berusaha untuk ber shodaqah, jika kita tidak mampu, maka sedekah yang paling ringan dan mudah adalah senyum.
3. Kita berusaha menjadi insan yang bermanfaat untuk ummat, mengajak kapada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.
4. Kita nasihati sudara-saudara dimanapun kita berada.
5. Jadilah kita orang yang mempengaruhi, bukan menjadi orang yang dipengaruhi (fastabiqul khairat).

KEENAM
YANG KEBAIKANNYA SELALU DIHARAPKAN
Dari Abu Hurairah dalam sebuah hadits panjang Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik orang diantara kal;ian adalah yang kabaikannya selalu diharapkan dan orang merasa aman dari keburukannya, sedang seburuk-buruk orang diantara kalian adalah yang kabaikannya tidak pernah diharapkan, dan orang tidak merasa aman dari keburukannya.” (HR. Timidzi dan Ahmad, disahihkan Syeih al Albani)
Mungkin kita pernah melihat seseorang yang saking nakal, bejat dan buruk kelakuannya hingga kita berfikir, tak ada yang diharapkan dari orang yang seperti ini. Mungkin manusia seperti itulah yang dimaksud Rasulullah saw.
Sebaliknya ada orang yang sangat kita harapkan perhatiannya, kebaikannya, ilmu diennya dan teladannya kareana ia memang memilikinya. Itulah profil manusia mulia yang ada dalam hadits di atas. Nah sekarang mari merenung, dari dua profil diatas, yang manakah kita?

KETUJUH
YANG TERBAIK TERHADAP KELUARGA
Dari Aisyah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sebai-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik terhadap keluargaku….” (HR. at Tirmidzi)
Kelurga adalah amanah, barang siapa yang bisa menjaganya dari kesesatan didunia dan siksa neraka di akhirat, maka ia akan mulia karenanya, begitu juga sebaliknya. Maka jaga dan berilah yang terbaik untuk keluarga, agar kita menjadi manusia paling mulia.
Sekarang kita renungkan, seberapa besar kasih sayang kita terhadap keluarga. Nafkah lahir berupa kebutuhan sandang, pangan dan papan, juga biaya sekolah dan lainnya memang sangat penting. Tapi lebih penting adalah nafkah batin berupa ilmu dien (agama), bimbingan dan perhatian.

KEDELAPAN
PEMILIK AKHLAQ MULIA
Dari Masruq berkata, kami sedang duduk-duduk bersama Abdullah bin Amr, beliau menceritakan: Rasulullah saw itu tidak pernah berkata kotor dan berkata jorok agar ditertawai orang-orang, beliau bersabda: “sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaqnya.” (HR. Bukhari Muslim)
Akhlaq adalah perilaku dan moralitas yang mengindikasikan kondisi pribadi manusia. Ibarat pohon, akhlaq adalah rimbunan daunnya. Daun yang hijau segar tidak mungkin tumbuh kecuali dari pohon yang sehat dan baik. Demikian pula akhlaq, akhlaq yang baik tidak akan muncul kecuali dari hati dan pribadi yang baik. Kalaupun akhlaq terlihat baik sedang hatinya busuk, itu hanya akan sementara. Seperti daun yang bisa tampak segar karena disiram atau mungkin diberi pewarna, tapi semua itu tak mungkin bisa bertahan lama.
Muslim yang terbaik adalah yang terbaik akhlaqnya. Karena islam mengajarkan akhlaq mulia, maka siapapun yang mengamalkan islam dengan baik akan memiliki akhlaq yang mulia pula.

KESEMBILAN
YANG UZLAH MENGHINDARI FITNAH
Dari Ummu Malik al Bahziyah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik manusia saat terjadi fitnah adalah orang yang mengisolir diri dengan hartanya, beribadah kepada Rabbnya dan menunaikan kewajibannya…” (HR. at Tirmidzi)
Yang ini adalah yang terbaik dalam kondisi fitnah. Fitnah bisa dimaknai sebagai godaan, ujian atau konflik besar antar kaum muslimin, orang terbaik adalah yang melakukan uzlah (isolir diri), sebab jika terjun ke dalam fitnah, ada kemungkinan dieannya (agama) akan cacat karena melakukan kedzaliman kepada sesame muslim atau bahkan pembunuhan.

KESEPULUH
PEMBERI MAKAN
Sebuah hadits dari Suhaib, dari Nabi bersabda: “sebaik-baik kalian adalah yang memberi makanan atau orang0orang yang memberi makan.” (HR. Ahmad)
Hanya memberi makan bisa menjadikan kita manusia terbaik ? benar. Dan janagan sedikitpun kita meremehkan amalan ini.
Perhatikan firman Allah Swt sebagai berikut:
“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar ? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang memberi kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” (QS. Al-Balad : 12-16)
Rasulullah saw juga bersabda: “Bertaqwalah kalian dari neraka meski hanya dengan (sedekah) sebiji kurma.” (HR. Bukhari)
Jika ini bukan amalan mulia, Rasulullah saw tidak akan memberikan perhatian besar dengan berwasiat kepada Abu Dzar, agar ia memasak makanan supaya memperbanyak kuahnya, untuk diberikan kepada orang lain.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: