Home > Uncategorized > >SIAPAKAH YANG KAYA, ANDAKAH ?

>SIAPAKAH YANG KAYA, ANDAKAH ?

>

Menurut anda siapa orang yang kaya itu? Bagi kita kalangan umat muslim sudah seharusnya kita tahu siapa yang kaya dan siapa yang miskin dimata Allah SWT.
Orang yang kaya adalah orang yang mempunyai sifat qana’ah / menerima dengan rela hati apa yang diberikan Allah SWT kepadanya (bersyukur), sedangkan orang yang fakir adalah orang yang mempunyai sifat tamak / merasa kurang dan selalu mengharapkan pemberian orang lain.
Allah SWT berjanji akan memberikan harta yang melimpah kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan janji Allah ini tidak akan dipungkiri ataupun diurungkan-Nya.
Dalam hadits qudsi rRasulullah saw bersabda: Allah SWT berfirman: “Wahai ank adam, sisihkan / luangkanlahwaktumu untuk beribadah kepada-Ku, kelak akan Aku penuhi dadamu dengan kekayaaan, dan akan Aku bendung kefakiranmu. Jika kamu tidak mau melakukannya, maka akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan membendung kafakiranmu.” (Hadits Sahih)
Subhanallah, berapa banyak orang fakir merasa kaya dan berapa banyak orang kaya merasa fakir. Maksud kaya yang sesungguhnya adalah seperti yang diterangkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya: “Tidaklah kaya itu karena banyaknya harta,namun kaya (yang sebenarnya) adalah kaya jiwa.” (Hadits Sahih)
Umar Bin Khatab berkata: “Wahai manusia sekalian, tamak adalah fakir, sedangkan merasa cukup itu adalah kaya. Dan jika manusia merasa cukup terhadap sesuatu, maka ia akan merasa kaya.”
Wahai orang-orang yang berbuat kebaikan, alangkah buruknya sifat tamak, sehingga ketika Imam Abul Abbas Al Mursi merenungkan huruf-huruf yang menyusun kalimat tamak. Ia berkata: “kata tamak terdiri dari 3 huruf, yaitu: tha’, mim, dan ‘ain yang semuanya merupakan huruf yang keluar dari dalam perut.”
Bagi pemuda
Meninggalkan sifat tamak merupakan kemuliaan baginya

Sehinga jika ia tamak
Maka akan turun kehormatannya
Tapi, tamaklah terhadap ilmu
Karena akan membawa berkah bagimu

Alkisah ada seorang yang kaya-raya. Ia menyombongkan dirinya dihadapan orang fakir. Hal ini ia lakukan karena keluasan rizki dan banyaknya harta yang ia miliki. Akan tetapi kemudahan si fakir yang kaya hatinya berkata:

Wahai orang yang mencela kefakiran
Alangkah baiknya jika engkau menjauh
Karena mencela kekayaan itu lebih pantas
Jika kamu mau mengambil pelajaran
Kemuliaan kefakiran dan keutamaannya
Akan mengalahkan orang kaya
Jika perenunganmu benar
Kamu melakukan maksiat
Untuk mendapatkan kekayaan
Dan kamu tidak akan melakukan maksiat kepada Allah SWT
Agar mendapatkan kefakiran

Sumber: kebaikan di atas kebaikan (DR. Khalid Abu Sya’di)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: