Home > Uncategorized > >Dari Akhwat UntuK Ikhwan

>Dari Akhwat UntuK Ikhwan

November 4, 2009 Leave a comment Go to comments

>

Sebuah Pengakuan Yang Menyentuh

Assalamualaikum wr wb

Ini adalah kisah yang sudah sangat melegenda: tentang Julius Caesar, kaisar romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan bahkan negaranya demi si-ratu penggoda, Cleopatra. Semua ia lakukan (kata ahli sejarah) …… atas nama cinta …..
Ini kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi sang wanita ia rela kehilangan keluarga dan tentu saja nyawa, …… tetap saja atas nama cinta ….
Satu lagi seorang janda bernama Khadijah yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini membawa risalah Tuhannya, …. Ini juga atas nama cinta ….

Kata Jalaludin Rumi, cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas, dengan cinta keruh menjadi jernih dan dengan cinta yang sakit menjadi obat, dengan cinta yang mati menjadi hidup dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dan pengetahuanlah cinta seperti tumbuh.

Afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain. (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara… yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin…. salah langkah). Bila aku sudah, atau….. artikel ini tak berkenan, mohon ma’af. Itu saatnya aku untuk dikomentari atau dikritik…..Aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih Akhwat (Kalau boleh sih).

Tolong para Ikhwan (yang merasa sebagai muslim), wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku TIDAK SUKA pernyataan tersebut, tetapi itu fakta.
Sangat mudah membuat wanita bermimpi. Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami! Mungkin kami melengos kalau disapa…atau….membuang muka kalau dipuji. Tapi, jujur ada perasaan bangga, bukan suka pada Antum (mungkin), tapi suka karena diperhatikan “lebih”.
Diantara kami ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi, tidak semua kami mepunyai hati suci. Janganlah antum tawarkan sebuah ikatan ta’aruf. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur cuma dalam hitungan bulan, tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan di ilegalkan.
Tolong pahami arti cinta seperti pemahaman UMAR AL FARUQ, seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (Afwan, benar ini riwayatnya ? ). Bukan mengajak kami kebibir neraka dengan sms –sms mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label: TA’ARUF.

Tolong kami hanya ingin menjaga diri, menjaga agar amal kami tetap tertuju pada-Nya. Karena janji Allah itu pasti “Bahwa wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.”

Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu.
Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu.
Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu.
Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu.
Jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu.

Ada beda …. Persahabatan sebagai saudara dengan hati hati yang sudah terjangkit virus … beda itu bernama “rasa” dan “pemaknaan”. Bukan seperti itu yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Antum memang buka mushaf, antum juga tak sekualitas Yusuf as, antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak layaknya Casa Nova. Karena islam sudah punya jalan keluar yang indah: “segeralah menikah” atau “Jauhi wanita dengan puasa”.

Antum berusaha untuk menjaga hijab agar datang kepada kami dalam kondisi suci hati, tetapi kami malah menjajakan cinta kepada laki-laki yang belum tentu menjadi suami kami. Atau antum sekarang sudah berani menjamin bahwa antum adalah calon suami kami sebenarnya …? Maaf, wanita itu lemah dan mudah ditaklukkan ! sebagai saudara kami, tolong jaga kami karena kami akan kuat menolak rayuan preman tapi bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian.

Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahi-Nya ..?
Bukankah lebih membahagiakan bila kita dipertemukan dalam kondisi diridhai-Nya ..?
Buka Cuma pada saat menikah, tetapi juga saat pertemuan yang juga bebas dari maksiat. Allah Maha Pencemburu dan Dia Maha Memiliki kami. Jadi … mintalah kepada-Nya sebelum mendatangi kami.

Sumber: dari seorang akhwat [ hamba Allah]

Wassalamualaikum wr wb

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: