Home > Uncategorized > >RINGAN, NAMUN SANGAT BERHARGA

>RINGAN, NAMUN SANGAT BERHARGA

December 30, 2009 Leave a comment Go to comments

>Shalat sunnah 2 rakaat sebelum Shubuh atau yang lebih dikenal dengan shalat sunnah fajar, memang bukanlah salah satu ibadah wajib. Namun shalat sunnah ini merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw saw sehingga dikatagorikan sebagai sunnah muakad.
Begitu besarnya perjantungan Rasulullah saw terhadap shalat sunah fajar hingga beliau tidak pernah sekalipun meninggalkannya. Bahkan dalam kondisi perang sekalipun beliau tetap menekannya pada kita untuk mengerjakannya.
“jangan engkau tinggalkan kedua rakaat sunnat fajar itu, meskipun kamu dikejar oleh tentara berkuda”. (HR. Abu Daud dan Baihaqi)
Walau sedemikian besar pahalanya, bukan berarti kita harus berpayah-payah dalam mengerjakannya. Rasulullah saw mengerjakannya hanya dua rakaat saja. Itupun suratnya ternyata pendek pendek.
Terkadang beliau hanya membaca surat Al Kafirun dan Al Ikhlas. Atau kadang pada rakat pertama beliau membaca surat Al Baqarah :136 dan rakaat kedua membaca surat Ali Imran :52. Saking pendeknya sampai-sampai Ummul Mukmin, Aisyah mengira beliau tidak membaca surat Al Fatihah. “Rasulullah saw shalat dua rakaat sebelum Shubuh dan melakukannya dalam waktu singkat. Karena demikian cepatnya, sampai-sampai saya ragu apakah dalam kedua rakaat itu beliau membaca surat Al Fatihah ataukah tidak”.(HR. Ahmad dan lainnya)

Berbaring setelahnya?
Waktu jeda antara sunnah fajar dengan shalat shubuh begitu pendek. Akan Tetapi kita sering diserang rasa kantuk karena beratnya tubuh dan cuaca dingin ysng menusuk. Terlebih jika sebelumnya kita qiyamul lail terlebih dahulu. Karena ini Rasulullah saw pernah memberikan teladan kepada kita untuk berbaring sejenak setelah menunaikan shalat sunnah fajar sambil munungu dikumandangkannya iqamah. “Apabila salah seorang diantara kalian telah melakukan shalat dua rakaat sebelum subuh, maka hendaknya ia tidur miring ke samping kanan.” (HR.Abu Dawud)
Berbaringnya Nabi pada sisi kanan mengandung suatu rahasia, yakni organ jantung menggantung di sisi kiri. Maka kalau seseorang tidur pada sisi sebelah kiri pastilah dia tertidur lelap. Sebab dia berada dalam ketenangan dan rilek sehingga tidurnya pun nyenyak. Apabila dia tidur pada sisi sebelah kanan dia akan merasa gelisah dan tidak bias tidur nyenyak. Ini dikarenakan jantung yang terus bergerak mencari tempat tenangnya dan dia cenderung untuk itu. Sisi sebelah kanan agar tidur tidak terlalu nyenyak sehingga solat malam terlewatkan.
Para ulama berselisih pendapat tentang hukum berbaring setelah mengerjakan sholat sunnah fajar apakah wajib sunnah atau makruh. Yang rajih wallahua’lam hukumnya adalah sunnah dengan dua syarat :
pertama, hendaknya dilakukan dirumah karena selain tidak ada sandaran hadits dari Rasulullah saw bahwa beliau melaksanakannya di masjid juga akan menggangu jamaah lainnya bahkan Ibnu Umar pernah melempari dengan kerikil orang yang tidur setelah shalat sunah fajar.
Kedua, tidak khawatir ketiduran sehingga ketinggalan mengerjakan yang wajib yaitu shalat shubuh.

Rasulullah saw bersabda: ‘dua rakaat fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya’. (HR.Muslim)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: