Home > Uncategorized > >‘Dibalik derita’

>‘Dibalik derita’

January 12, 2010 Leave a comment Go to comments

>

( Tangisan Kematian )


Meski kita mencarinya, tidak semua nikmat dan lezat yang kita dapat kemudian pararel dengan kebaikan,hingga kita selalu mensyukurinya. Sebab, abnyak diantara yang palsu dan menipu yang karenanya kita harus waspada. Sebuah kesadaran akan hakikat kenikmatan yang membahagiakan dan lama, kini hingga nanti diakhirat.
Kita harus percaya, ada nikmat dalam dosa dan maksiat, hingga hamba-hamba yang mabuk syahwat terlena oleh rasa itu dalam pemahaman tentang keharamannya taupun tidak. Membiarkan diri kita terseret putaran waktu dalam kelezatan semu, bahkan memburu tanpa ragu dan rasa malu seolah mereka tercipta untuk itu; menjadi budak nafsu.
Kita lupa, bahwa kenikmatan dosa akan memudar seiring dengan ketidakberdayaan jiwa melawan ajakan karena telah tertawan, juga membebaskan diri dari jeratannya karena telah mengakar dalam. Rasa yang kini menjadi hampa dan tawar saat kita sadar bahwa sudah terlalu sulit untuk berkelit meninggalkannya. Kita jatuh disebuah titik jenuh dengan peluh yang telah menguras tenaga dan usia. Hingga tiada lagi yang tersisa selain sesal dan kecewa, juga sunyi yang mencekam dan menakutkan
Inilah hakikat kehinaan dan tanda kebinasaan. Yang terjadi karena terlepasnya diri dari penjagaan dan perlindungan Allah SWT penutup pintu maksiat dan dosa, meski ia tipudaya seluruh penghuni bumi dan angkasa. Yaitu setelah taufik dari-Nya tak lagi menyapa sebab nafsu yang meraja dan berkuasa, hingga mengeluarkan hamba dari ketaantan kepada-Nya .saat itulah Allah menyerahkan hamba itu,beserta seluruh permasalahannya,kepada dirinya sendiri.Melayang tanpa pegangan tangan dan kehilangan tempat kaki berpijak.linglung dalam bingung sebab beratnya,menghadang semua serangan maksiat yang luar biasa dasyat.Hingga ia pasrah dan menyerah kalah!
Karena nya, merasa senang dalam nikmatnya dosa adalah kejahilan. Tentang siapa sesunguhnya yang di khianati,tentang siapa yang sebenarnya merugi,tentang ancaman bahaya besar yang terlupakan,juga tentang liradah yang salah.sebuah ketidaksadaran akut yang membutakan suluruh akal sehat dan perasaan.Dengan puncaknya adalah perasaan dalam dosa,serta hebat dalam maksiat Yana karenanya dia ingin terus melakukannya lagi,melakukannya lagi,dan lagi,bahkan hingga dia mengajak khalayak ramai untuk mengikut jejak dirinya.Pada saat itulah,dia berada dalam bahaya yang lebih besar dari pada dosa itu sendiri. Padahal, dosa adlah luka, yang mestinya mengelisaahkan jiwa yang membuatnya merana tidak bahagia.jiwa yang suci akan selalu membencinya dan merasa terbebani,dengan tingkst kebencian yang sebanding kadar kesuciannya.Hingga saat kegelisahan dalam maksiat yang dia perbuat menipis,dia mencurigai kualitas miliknya.Dan bukankah,memang,luka tidak akan menyakitkan bagi mayit?
Tapi dimana tangisan kematian itu,kini?(trias)         
 
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: